OKBI – Suara Bank Indonesia terhadap Covid-19

Assalamualaikum sobat GenBI…

apa kabar semuaa??

Kali ini kami dari GenBI Komisariat Universitas Mulawarman ada artikel yang seruuuu banget niih sobat….

        Meluasnya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia saat ini memang menjadi tantangan bagi industri multifinance dalam meningkatkan kinerjanya. Pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan melambat. Menghadapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia menempuh respons bauran kebijakan untuk memitigasi risiko dampak COVID-19 terhadap perekonomian, serta bersinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

      Bank Indonesia menerbitkan 5 ketentuan sebagai tindak lanjut penguatan bauran kebijakan untuk menghadapi pandemi COVID-19, baik menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, maupun untuk mendukung pemulihan ekonomi. Ketentuan yang diterbitkan adalah sebagai berikut:

1.   Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2020

2.   Tindak lanjut Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan April 2020     

3.   Penyesuaian Pelaksanaan Beberapa Ketentuan Bank Indonesia sebagai Dampak Pandemi COVID-19

4.    Consultative Paper  (CP) Standar Open API dan Interlink Bank dengan Fintech Bagi PJSP

5.     Bank Indonesia Dorong Peran Industri dalam Mengembangkan Open Banking di Indonesia

          Dari Ketentuan tersebut,  ketentuan pertama terdapat pada peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/05/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/3/PBI/2017 tentang Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek bagi Bank Umum Konvensional, berlaku 30 April  2020, dan peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/6/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/4/PBI/2017 tentang Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah bagi Bank Umum Syariah, berlaku 30 April 2020.

        Ketentuan kedua terdapat peraturan Anggota Dewan Gubenur (PADG) Nomor 22/10/PADG/2020 tentang Perubahan Kelima atas PADG Nomor 20/10/PADG/2018 Tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, Dan Unit Usaha Syariah, berlaku 1 Mei 2020, dan peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 22/11/PADG/2020  tentang Perubahan atas PADG Nomor 21/22/PADG/2019 Tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, berlaku 1 Mei 2020.

         Ketentuan ketiga dijabarkan bahwa ketentuan Bank Indonesia sebagai dampak pandemi covid-19 terdapat pada peraturan Bank Indonesia Nomor 22/7/PBI/2020. Kemudian ketentuan keempat dan kelima mengenai industri dan publik Bank Indonesia memberikan kesempatan  untuk memberikan masukan dan tanggapan atas CP  mengenai Standar Open API dalam rangka Open Banking dan Interlink Bank dengan Fintech bagi Penyelenggara Jasa, dan memberikan perpanjangan waktu untuk industri dalam memberikan tanggapan.

            Banyak peranan dan strategi yang dilakukan Bank Indonesia dalam kapasitasnya sebagai bank sentral Indonesia, terkait sistem keuangan dan perbankan yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi negara. Oleh sebab itu, Bank Indonesia memiliki peranan yang sangat krusial terhadap ekonomi Indonesia. Maka, strategi yang dilakukan Bank Indonesia juga bersifat krusial karena tingkat ekonomi secara tidak langsung berada dalam kewenangannya.

Waduh gimana sobat .. semakin jauh agenda GenBI Kaltim Komisariat Unmul semakin keren dan seruu bukaaan…

Yuuuk sobat Follow akun IG GenBI Kaltim untuk update info terbaru dari kegiatan kami soooob.. jangan sampai ketinggalan sooob…. see you??

https://www.instagram.com/genbikaltim/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top