OKBI – LANGKAH STRATEGIS BI DALAM MENYELAMATKAN UMKM DI TENGAH PANDEMI

Salam Hangat Sobat GenBI…..

Saya harap Semua Dalam Keadaan Sehat…

Kami dari GenBI Komisariat Universitas Mulawarman ada artikel yang seruuu niii sobat….

Perkembangan kondisi bangsa Indonesia masih terpukul akibat pandemi yang belum kunjung berakhir. Hal ini berdampak pada seluruh aspek masyarakat termasuk ekonomi. Pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai roda penggerak perekonomian nasional termasuk yang terkena imbas penurunan penjualan sehingga pendapatan mereka berkurang secara drastis, bahkan ada pelaku UMKM yang akhirnya gulung tikar. Dampak lainnya perusahaan atau pelaku usaha banyak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan akibat tidak berdaya dalam menghadapi kondisi ini. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menemukan laporan 37.000 UMKM terdampak pandemi, dari data tersebut 56 % pelaku bermasalah pada penjualan yang menurun, 22 % masalah permodalan, 15 % distribusi terhambat, dan 4 % kesulitan bahan baku.

Pentingnya pelaku UMKM dalam penggerak ekonomi nasional menjadi perhatian khusus pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), tercatat kontribusi UMKM terhadap PDB nasional sekitar 60% di masa pra pandemi. Dalam hal ini, Bank Indonesia hadir membantu mengembalikan kesejahteraan pelaku UMKM dengan mengeluarkan 4 strategi penyelamatan. Strategi ini dilakukan untuk mendukung kebijakan darurat Pemerintah yang terdapat dalam Perppu no 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan.

Dalam paket kebijakan darurat yang dkeluarkan oleh BI untuk membantu membangkitkan perekonomian UMKM, dilakukan empat aksi strategis yang berfokus pada inklusi ekonomi dan keuangan yaitu:

  1. Sinergi kebijakan, menggabungkan kebijakan yang mendorong kegiatan sosialisasi produk/jasa ekonomi dan keuangan
  2. Mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital
  3. Menyusun prioritas
  4. Memberikan edukasi dan literasi mengenai produk/jasa ekonomi dan keuangan

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, agar perekonomian masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan maju terkhusus pelaku UMKM maka diperlukan inklusi ekonomi karena inklusi keuangan saja tidak cukup. Inklusi keuangan adalah bagaimana menyentuh masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh terhadap dunia keuangan, sedangkan inklusi ekonomi adalah soal ekonomi inklusi keuangan digital yang bisa mengembangkan UMKM maupun berbagai sektor ekonomi.

Membangkitkan ekonomi dengan bahu membahu menyelamatkan UMKM Indonesia adalah tugas bersama. Kemajuan bangsa ini tidak hanya kerja pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku UMKM saja tetapi peranan kita sebagai masyarakat untuk bisa bangkit bersama-sama dari dampak pandemi corona.

Masyarakat sebagai konsumen, mari mencintai produk pedagang lokal kita. Bantu mereka untuk bisa kembali bangkit sebagai penggerak ekonomi nasional, terkhusus demi kesejahteraan pelaku usaha dan para pekerja di dalamnya. Bagi pelaku UMKM, mari membuka diri dan membekali setiap langkah usaha yang dilakukan, dengan mengikuti arahan dan program pemerintah secara maksimal.

Waduh gimana sobat……semakin jauh agenda GenBI Kaltim Komisariat Unmul semakin keren dan seru bukan

Yuuk follow akun IG GenBI Kaltim @genbikaltim untuk update info terbaru dari kegiatan kami soooooob. See you

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top