OKBI – Isu Redenominasi Rupiah Kembali mencuat ke media setelah masuk dalam rencana strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024

Assalamualaikum sobat GenBI…

apa kabar semuaa??

Kali ini kami dari GenBI Komisariat Universitas Mulawarman ada artikel yang seruuuu banget niih sobat….

         Isu Redenominasi rupiah kembali naik ke permukaan setelah baru-baru ini Pemerintah kembali berencana untuk merealisasikan penyederhanaan angka pada mata uang atau redenominasi rupiah dalam lima tahun ke depan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.01/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024 yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 29 Juni 2020 lalu. Dalam kebijakan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani memasukkan Rancangan Undang-Undang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi) sebagai salah satu RUU yang diusulkan masuk pada Program Legislasi Nasional Jangka Menengah (Prolegnas) periode 2020-2024 dalam rangka mencapai tujuan dan strategis Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sri Mulyani menerangkan urgensi penyusunan RUU Redenominasi adalah peningkatan efisiensi perekonomian, salah satunya melalui waktu transaksi yang lebih cepat selain itu Redenominasi juga membuat berkurangnya risiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah

       Namun sebelum lebih jauh membahas mengenai redenominasi kita akan membahas apa itu redenonimasi?
jadi Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin melemah. Dengan kata lain, harga produk dan jasa harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar
Perubahan harga rupiah ini pernah dijelaskan lengkap dalam kajian Bank Indonesia (BI). Redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju ke arah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, di mana yang dipotong hanya nilai uangnya. Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nol-nya saja. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang). Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian. Sebagai informasi, pada 2010, sebenarnya BI sudah pernah merencanakan lima tahapan pelaksanaan redenominasi rupiah. Pada tahap pertama, yaitu pada 2010, BI melakukan studi banding tentang redenominasi di beberapa negara.
Tahap kedua, tepatnya pada 2011-2012 merupakan masa sosialisasi. Tahap ketiga (2013-2015) merupakan masa transisi ketika ada dua kuotasi penyebutan nominal uang. Kemudian pada tahap keempat atau tepatnya 2016-2018, BI akan memastikan uang lama yang belum dipotong jumlah nolnya akan benar-benar habis dengan batas penarikan pada 2018. Pada tahun 2019-2020, merupakan tahap kelima sebagai tahap terakhir, keterangan baru dalam uang cetakan baru akan dihilangkan. Masyarakat siap melakukan pembayaran dengan uang yang telah diredenominasi.

Jadi Redenominasi rupiah sebenarnya bukan rencana baru. Redenominasi sudah pernah diusulkan sejak 2010 dimana redenominasi rupiah dengan memangkas tiga digit nol di belakang. Artinya, Rp1.000 menjadi Rp1. Jadi kita juga harus bersiap-siap untuk rencana dari pemerintah ini yang dimana nantinya transaksi akan menjadi lebih efisien bagi masyarakat


Perlu diketahui bahwa masyarakat perlu memahami rencana pemerintah ini kedepannya karena pasti akan menimbukan kebingungan di masyarakat itu sendiri dan bakal butuh proses buat pemerintah mengimplementasikan rencana ini ke masyarakat.

Waduh gimana sobat .. semakin jauh agenda GenBI Kaltim Komisariat Unmul semakin keren dan seruu bukaaan…

Yuuuk sobat Follow akun IG GenBI Kaltim untuk update info terbaru dari kegiatan kami soooob.. jangan sampai ketinggalan sooob…. see you??

https://www.instagram.com/genbikaltim/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top