OKBI – Isu dampak pandemi virus corona covid-19 di Pasar Keuangan Mirip Krisis 2008 ?

Assalamualaikum Wr.Wb teman-teman Genbi, Semoga dalam keadaan baik semua…

Kali ini kami dari Genbi Komisariat Universitas Mulawarman ada artikel yang seru banget nih…

Isu pandemi virus corona Covid-19 telah menekan pasar keuangan secara global. Tekanan pada pasar modal di seluruh dunia juga pernah terjadi pada 2008. Krisis keuangan global pada 2008 dipicu oleh kejatuhan pasar subprime mortgage, yakni KPR dengan debitur peringkat buruk yang mengalami gagal bayar dan kemudian menular ke perbankan di seluruh dunia hingga menjadi perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, pasar saham saat ini mengalami kejutan akibat dua sentimen, yakni pandemi Covid-19 dan kejatuhan harga minyak global dan dampak ekonomi dari virus corona bakal lebih rumit ketimbang krisis ekonomi global 2008. Ada pelajaran yang bisa diambil dari krisis 2008. Pada saat itu, kejatuhan pasar memberi dampak sangat besar bagi mereka yang baru akan pensiun karena sebagian dana masih berada di pasar saham. Saat seluruh bank sentral di berbagai negara sudah mencapai batas penurunan suku bunga. Sebab, sebelum krisis terjadi, tren suku bunga sudah sangat rendah sehingga bank sentral tidak bisa menggunakan alat yang sama untuk mengatasi krisis seperti di 2008. Kerutan lain berkaitan dengan pemulihan adalah frase “the new normal”, level normal baru yang dalam kasus ini lebih tepat. Bila kita harus mengubah kebiasaan sosial dan bisnis kita akibat pandemi berkepanjangan, hal ini berpotensi memperpanjang waktu pemulihan ekonomi menjadi lebih lama dibandingkan dengan resesi 2008.

Solusinya setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan dalam kondisi ini. Pertama dan terpenting, kita harus melawan penyebaran virus. Hal ini membutuhkan kombinasi tindakan dari pemerintah dan individu untuk mengubah interaksi sosial mereka dalam rangka menghentikan penyebaran. Kedua, pemerintah perlu mengambil langkah pemulihan ekonommi nyata, terutama bagi pemilik UMKM. Banyak UMKM yang beroperasi dengan marjin tipis, dan gangguan berkepanjangan terhadap bisnis mereka memiliki potensi untuk mempertajam kesenjangan ekonomi. Ketiga, komunitas bisnis global perlu berdiskusi bersama untuk membantu mengawali pemulihan.

Pemerintah pada pekan lalu telah meluncurkan stimulus fiskal dan non-fiskal untuk meredam dampak COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia. Diawali memperbaiki kinerja korporasi terlebih dahulu kemudian respons market akan positif.

Gimana nih teman-teman… semakin jauh agenda Genbi Kaltim Komisariat Unmul semakin seru bukan…

Yuk… teman-teman follow akun Ig Genbi kaltim @genbikaltim nih untk update selalu info menarik seputar kegiatan kami nih…. Jangan sampai ketinggalan see you too…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top