OKBI – Burden Sharing Pembiayaan Penanganan Pandemi Covid-19 antara Pemerintah dan Bank Sentral

Assalamualaikum sobat GenBI…

apa kabar semuaa??

Kali ini kami dari GenBI Komisariat Universitas Mulawarman ada artikel yang seruuuu banget niih sobat….

Pemerintah bersama Bank Sentral meluncurkan stimulus dibidang kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan di dunia usaha guna memenuhi kebutuhan pembiayaan penanganan Covid-19. Presiden mengatakan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama. Maka, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) kembali bersinergi untuk berbagi beban (burden sharing) dalam melaksanakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kedua antara Menteri Keuangan dan Gubernur BI dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dan Deputi Gubernur BI.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengenal tentang arti kata Burden Sharing. Diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Yaitu dalam pasal 3 huruf f yang berbunyi “adanya pembagian biaya dan risiko antar pemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.” Lalu terdapat prinsip-prinsip yang terkandung dalam konsep Burden Sharing, yaitu adil, untuk kemakmuran, mendukung usaha, kaidah kebijakan yang baik, anti penyimpangan, dan sesuai proporsi. Burden Sharing adalah skema menanggung beban bersama antara pemerintah, yakni Menteri Keuangan sebagai otoritas fiskal, dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter guna memenuhi kebutuhan pembiayaan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional karena dampak Covid-19.

Skema burden sharing juga berpegang pada beberapa prinsip utama yaitu menjaga fiscal space dan sustainability dalam jangka menengah, menjaga kualitas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditujukan untuk belanja yang produktif dan mendukung penurunan defisit APBN secara bertahap menjadi di bawah 3% mulai tahun 2023. Selain itu, implementasi burden sharing  juga dilakukan dengan menjaga stabilitas nilai tukar, suku bunga, dan inflasi agar tetap terkendali serta memperhatikan kredibilitas dan integritas pengelolaan ekonomi, fiskal, dan moneter sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang sustainable.

Mekanisme Burden Sharing

Mekanisme Burden Sharing berdasarkan pada kelompok penggunaan pembiayaan untuk public goods/benefit dan non-public goods/benefit. Pembiayaan public goods terdiri dari pembiayaan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan Pemda. Sedangkan pembiayaan untuk non-public goods terdiri dari pembiayaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Korporasi non-UMKM, dan non-public goods lainnya.
          Untuk pembiayaan public goods, beban akan ditanggung seluruhnya oleh BI melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan mekanisme private placement dengan tingkat kupon sebesar BI reverse repo rate, di mana BI akan mengembalikan bunga/imbalan yang diterima kepada Pemerintah secara penuh. Sementara itu, pembiayaan non-public goods untuk UMKM dan Korporasi non-UMKM, akan ditanggung oleh Pemerintah melalui penjualan SBN kepada market dan BI berkontribusi sebesar selisih bunga pasar (market rate) dengan BI reverse repo rate 3 bulan dikurangi 1%. Sementara itu, untuk pembiayaan non-public goods lainnya, beban akan ditanggung seluruhnya oleh Pemerintah sebesar market rate. Dengan demikian, pembiayaan non-public-goods tetap dilakukan melalui mekanisme pasar (market mechanism) dan BI bertindak sebagai standby buyer/last resort sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Pertama tanggal 16 April 2020.
          Pemerintah dan BI senantiasa menjaga kredibilitas dan integritas dalam pengelolaan ekonomi, fiskal dan moneter serta menerapkan kaidah-kaidah kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, serta tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. Dengan skema burden sharing ini diharapkan upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan lebih cepat dan kepastian pembiayaannya lebih terjamin.

Waduh gimana sobat .. semakin jauh agenda GenBI Kaltim Komisariat Unmul semakin keren dan seruu bukaaan…

Yuuuk sobat Follow akun IG GenBI Kaltim untuk update info terbaru dari kegiatan kami soooob.. jangan sampai ketinggalan sooob…. see you??

https://www.instagram.com/genbikaltim/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top